Skip navigation

[ Kamis, 24 Juni 2010 ] Aksi Pembacokan, Warga Jogja Diminta Waspada



JOGJAKARTA- Beredarnya kabar aksi pembacokan yang dilakukan oleh pria miterius dijalan lingkar Jogjakarta mulai meresahkan masyarakat. Untuk itu, Badan Reserse dan Kriminal Kota Jogjakarta himbau warga kota Jogja untuk lebih waspada ketika mengadakan perjalanan pada malam hari.

Di masyarakat, beredar kabar telah terjadi aksi pembacokan dengan membabi buta kepada empat warga yang diketahui warga Ngenplak dan Depok Timur, Kabupaten Sleman. Korban dibacok tanpa alasan ketika pulang malam hari setelah seharian beraktifitas. Akibatnya masing masing korban dikabarkan mendapatkan perawatan serius di rumah sakit.

Menyikapi kabar itu, Kasat Reskrim Poltabes Jogjakarta, Kompol Saiful Anwar menghimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada saat mengendarai kendaraan bermotor pada malam hari. Kewaspadaan perlu dilakukan untuk mengurangi kesempatan bagi pelaku kejahatan, “usahakan jangan terlalu menonjol ketika berkendara, seperti menggunakan barang berharga yang menarik perhatian bagi pelaku kejahatan,”katanya kemarin.

Sejauh ini, Poltabes Kota Jogja belum menerima laporan dari masyarakat terkait dengan aksi pembacokan dengan modus pembacokan tanpa alasan yang dilakukan di ringroad tersebut. Namun pihak jajaran Buser Poltabes Kota Jogja telah berhasil menangkap sedikitnya 4 pelaku penjambretan dengan modus pembacokan yang dilakukan oleh warga Sleman.

Bahkan keempat pelaku dihadiahi timah panas dan telah mendekam di ruang tahanan Poltabes Kota Jogjakarta. Keempat Residivis itu, Harmoko (26) warga Karangsari, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Aji Winarto (20) Prawirodirjan GM II/118 Gondokusaman, M.Yahya Nuri (25) Gambiran, Klakah, Sendangtirto, Berbah Sleman dan Philip Wijaya (25) Maguwoharjo, Depok Sleman.

Mereka ditangkap karena telah melakukan tindakan pidana dengan melakukan pejambretan dengan menggunakan senjata tajam bahkan pelaku tidak segan segan untuk membacok calon korban untuk mendapatkan barang berharga yang diincar seperti perhiasan, telepon gengam, dan kendaraan bermotor.

Namun meski telah ditangkap, warga diminta tidak lengah terhadap aksi kejahatan yang bisa terjadi dimana saja. Pelaku kejahatan kerap memaanfatkan kelemahan calon korban yang sebelumnya sudah pasti telah diincar, “seperti jaringan jambret Harmoko, mereka mengincar wanita yang berjalan sendirian pada malam hari sebagai korbanya,”imbuh kasat.

Sementara itu, sebagai langkah untuk mengantisipasi aksi pembacokan dilakukan di wilayah Kota Jogjakarta. Jajaran Reskrim sudah berkoordinasi untuk melakukan patrol pada titik titik yang dinilai rawan untuk terjadinya aksi kejahatan. Warga juga dihimbau untuk melaporkan ke polisi secepatnya bila ditemukan aksi pembacokan dengan modus yang sama dengan yang terjadi di Jalan Lingkar Jogjakarta. (

sumber : http://www.jawapos.com/radar/index.p…ail&rid=166319

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: